KAB. SORONG – CENDRAWASI7.COM
Persatuan Gereja-gereja Papua adalah wadah pemersatu seluruh denominasi Gereja yang ada di Tanah Papua, dengan tujuan bagaimana Gereja bisa bersatu duduk rukun untuk kepentingan umat, saling menolong, menjadi terang dan garam bagi agama-agama lain
PGGP Kabupaten Sorong, sudah banyak melakukan kegiatan-kegiatan yang melibatkan seluruh Denominasi Gereja yang ada di Kabupaten Sorong, Kamis (15/06/2923 )
Kepedulian PGGP terlihat ketika ada salah satu Gereja Misi Kalfari yang ada di Klalin 6 Kab. Sorong, diterpa angin membuat gereja yang terbuat dari bahan papan tersebut roboh
Rabu 14/06/2023 Pengurus PGGP yang diketuai oleh Pdt. Daniel Purwono S.Th, M.Pd, mengunjungi Gereja tersebut, hadir dalam kunjungan itu wakil dan Pembina PGGP Kabupaten Sorong
Kepada Awak media Pdt. Purwono menjelaskan, “inilah manfaat dari PGGP, bagaiman bisa memperhatikan dan memperjuangkan Gereja-gereja kecil yang tidak tersentuh oleh bantuan Pemerintah
Kehadiran kami hari ini, memberikan kekuatan bagi Hamba Tuhan serta berbagi sedikit berkat untuk meringankan beban Gereja yang terkena musibah, “jelas Purwono
Purwono juga menambahkan, “pemerintah juga harus peka terhadap kejadian-kejadian yang ada di Kabupaten Sorong, terlebih khusus Gereja, mesjid atau apapun itu harus menjadi perhatian pemerintah, agama kan secara tidak langsung sudah membantu Pemerintah untuk menjaga ketertiban umum, “Tambah Mas Pur panggilan akrab di masyarakat.
Ketika ditanya tentang harapan kedepepan, ” kami sangat berharap agar Gereja-Gereja yang ikut bergabung di PGGP selalu aktif dalam setiap kegiatan terutama Pdt, karena ini wadah yang merangkul sehingga kedepan tidak ada lagi perselisihan antara denominasi Gereja hanya karena cara pandang yang berbedah, “Pungkas Mas Pur
Pada saat bersamaan kepada awak media, Gembala Gereja Misi Kalfari menyampaikan ungkapan terima kasih, “kami sangat berterima kasih atas kepedulian yang dilakukan oleh PGGP Kab. Sorong, ini sangat membantu kami, semoga kedepan PGGP lebih maju dan lebih giat dalam membina Masyarakat dibudang keagamaan, “tutupnya
( J. Burung )






